Suzuki RGV500 Monster 500cc Dari Suzuki

  Suzuki RGV500 Monster 500cc Dari Suzuki Suzuki RGV500    Suzuki RGV500 diproduksi pada tahun 1986 - 2001 untuk kejuaran GP500 2tak. Mesin ini berkapasitas 499.3cc 2tak yang dapat memuntahkan tenaga sebesar 185hp di 12500rpm brooo. Suzuki RGV500 1989    Salah satu pembalap terkenal di zamannya yang menunggangi motor ini yaitu  Kevin Schwantz.  Kevin Schwantz pertama kali memenangkan menunggangi RGV500 pada GP Jepang 1988 dan berhasil juara dunia pada 1993 bersama  Kevin Schwantz . Di tahun 2000  Kenny Roberts Jr berhasil kembali juara dunia. Namun sayang di tahun berikutnya menjadi tahun terakhir untuk RGV500, karena pada tahun 2002 regulasi GP berubah dari mesin 2tak menjadi 4tak huhu:(. Mesin  Suzuki RGV500 Untuk spesifikasinya sebagai berikut:  Mesin:  2tak V-80 °   4 silinder 499.3cc, Berpendingin cairan, Reed valve.               Bore x stroke: 54mm x 54mm.       ...

Radial Four Valve Chamber (RFVC) Honda

        RFVC (Radial Four Valve Chamber) 

Radial Four Valve Chamber

           RFVC atau Radial Four Valve Chamber dari Honda merupakan salah satu inovasi tergokil oleh Honda pada era 80 an. Teknologi ini sangan berhubungan dengan ruang bakar yang dimana klep yang berada pada ruang bakar saling behadapan, dalam kata lain klep beserta sitting klepnya mengikuti bentuk kubah ruang bakar yang setengah bola atau Hemispherical.

Sudut klep mesin RFVC

Kelebihan dari RFVC sebagai berikut:

1. Mampu menggunakan 4 buah klep ukuran jumbo

Yupp teknologi ini dapat menggunakan klep yang ukuran jumbo bahakan sampe 4 klep!!!.   
      Dengan mengikuti bentuk kubah jarak antar klep menjadi besar atau jauh, hal ini dapat memungkinkan ukuran klep yang fantastis. Contoh pada Honda CBX125F yang dapat menggunakan ukuran klep in 30mm dan ex 28mm broo dengan mesin yang hanya 125cc, cukup gokil bukan wkwk.
      Mari kita bandingkan dengan mesin motor 125cc yang ada ditanah air, misal Honda Kharisma. Honda Kharisma saja hanya dibekali klep ukuran in 24mm ex 21mm dan itu hanya 2 klep saja. Tapi ini tidak imbang karena piston kharisma hanya 52.4mm saja jadi agak susah menggunakan klep ukuran jumbo apalagi 4 buah. 
     Selanjutnya kita bandingan dengan spek bore x strokenya hampir sama dengan CBX125F yaitu Honda Sonic 125 atau Honda CS1, untuk borenya sendiri sama-sama ngusung ukuran 58mm sedangkan strokenya hanya beda 0.2mm lebih panjang sonic/cs1 yaitu 47.2mm. Piston sama-sama menggunakan 58mm tapi sonic125/cs1 hanya dibekali klep in 28mm ex 24mm dan itu cuma 2 klep saja, coba bandingkan denga CBX125F yang 30/28 dan itu 4 klep gokil bukan wkwk.

 Ruang bakar tanpa klep mesin RFVC

 2. Mempunyai 2 karburator dan 2 knalpot per silinder

     Ini tergokilan selanjutnya wkwk, mesin ini mempunyai 2 karburator dan 2 knalpot untuk 1 piston jumbonya broo. Dengan ini diharapkan dapat memperlancar dan memperkaya campuran bahan bakar yang masuk serta dapat membuang hasil pembakaran ke udara bebas dengan lancar. Coba bandingan dengan Sonic 125 yang hanya 1 karburator dan 1 knalpot per silindernya.

2 karburator dan 2 knalpot

3. Rasio kompresi tinggi dan effisiensi pembakaran meningkat

     Mesin jenis ini mampu menggunakan rasio kompresi yang cukup besar pada zamannya.  Dengan kubah yang lebar pelepasan panas bisa beralangsung lebih cepat, maka dari itu kompresi bisa lebih tinggi. Selain itu dengan adanya klep yang banyak + jumbo ditambah 2 karburator ini diwajibkan menggunakan kompresi tinggi, kenapa??? agar kevakuman dan gas speed tidak terlalu ngedrop yang berujung motor jadi lemot deh.
     CBX125F sendiri memiliki rasio kompresi 11:1 yang dibilang cukup tinggi pada zaman itu, terlebih mesin ini masih menggunakan berpendingin udara lohh. Sedangkan Sonic 125 sendiri dengan rasio kompresi yang sama sudah menggunakan berpendingin cairan atau kerennya radiator.

Ruang bakar + klep mesin RFVC

Dimana ada kelebihan disitu ada kekurangan

Yupp untuk kekurangannya sebagai berikut: 

1. Boros

Udah taukan alesannya kenapa wkwk
     4 klep jumbo + 2 karburator + 2 knalpot brooo wkwk, terlebih mesin jenis ini mengusung mesin jenis overbore yang baru efektif pada rentang RPM tengah ke atas jadi RPM bawah kurang efektif.
2 porting in dengan saluran bypass antar porting

2. Efisiensi mekanik menurun 

     Dengan adanya sudut klep yang radikal, hal ini harus disiasati dengan menggunakan rocker arm yang jauh lebih banyak. Bayangkan untuk untuk 1 klep saja membutuhkan 2 rocker arm dengan 2 arah yang berbeda, coba bandingkan dengan Sonic 125 yang hanya 1 rocker arm per klepnya, ditambah adanya noken as yang panjang + memiliki 4 lobe. Adanya lebih banyak part yang begerak maka akan menurunkan efisiensi mekanik pada mesin tersebut.

2 rocker arm per klep

3. Bobot mesin yang berat

     Memilikin sudut klep yang tidak wajar ditambah 2 karburator dan 2 knalpot ini memiliki kosekuensi bobot motor yang berat, dengan bobot yang berat membuat power to weight ratio menurun berimbas pada akeselerasi yang menurun juga. 

Mesin RFVC XR400R

So gimana? tertarik dengan mesin ini? mau menerapkan di mesin konvensional kalian? wkwk

BTW ini ada versi DOHC nya loh

Oiyaa siapa tau mau mampir ke channel ane: Zanis Jarvis

Okee sekian dulu yak terimakasih udah membaca hehe byee


Komentar