Selanjutnya kita bandingan dengan spek bore x strokenya hampir sama dengan CBX125F yaitu Honda Sonic 125 atau Honda CS1, untuk borenya sendiri sama-sama ngusung ukuran 58mm sedangkan strokenya hanya beda 0.2mm lebih panjang sonic/cs1 yaitu 47.2mm. Piston sama-sama menggunakan 58mm tapi sonic125/cs1 hanya dibekali klep in 28mm ex 24mm dan itu cuma 2 klep saja, coba bandingkan denga CBX125F yang 30/28 dan itu 4 klep gokil bukan wkwk.
Ruang bakar tanpa klep mesin RFVC
2. Mempunyai 2 karburator dan 2 knalpot per silinder
Ini tergokilan selanjutnya wkwk, mesin ini mempunyai 2 karburator dan 2 knalpot untuk 1 piston jumbonya broo. Dengan ini diharapkan dapat memperlancar dan memperkaya campuran bahan bakar yang masuk serta dapat membuang hasil pembakaran ke udara bebas dengan lancar. Coba bandingan dengan Sonic 125 yang hanya 1 karburator dan 1 knalpot per silindernya.
2 karburator dan 2 knalpot 3. Rasio kompresi tinggi dan effisiensi pembakaran meningkat
Mesin jenis ini mampu menggunakan rasio kompresi yang cukup besar pada zamannya. Dengan kubah yang lebar pelepasan panas bisa beralangsung lebih cepat, maka dari itu kompresi bisa lebih tinggi. Selain itu dengan adanya klep yang banyak + jumbo ditambah 2 karburator ini diwajibkan menggunakan kompresi tinggi, kenapa??? agar kevakuman dan gas speed tidak terlalu ngedrop yang berujung motor jadi lemot deh.
CBX125F sendiri memiliki rasio kompresi 11:1 yang dibilang cukup tinggi pada zaman itu, terlebih mesin ini masih menggunakan berpendingin udara lohh. Sedangkan Sonic 125 sendiri dengan rasio kompresi yang sama sudah menggunakan berpendingin cairan atau kerennya radiator.

Ruang bakar + klep mesin RFVC
Dimana ada kelebihan disitu ada kekurangan
Yupp untuk kekurangannya sebagai berikut:
1. Boros
Udah taukan alesannya kenapa wkwk
4 klep jumbo + 2 karburator + 2 knalpot brooo wkwk, terlebih mesin jenis ini mengusung mesin jenis overbore yang baru efektif pada rentang RPM tengah ke atas jadi RPM bawah kurang efektif.
2 porting in dengan saluran bypass antar porting
2. Efisiensi mekanik menurun
Dengan adanya sudut klep yang radikal, hal ini harus disiasati dengan menggunakan rocker arm yang jauh lebih banyak. Bayangkan untuk untuk 1 klep saja membutuhkan 2 rocker arm dengan 2 arah yang berbeda, coba bandingkan dengan Sonic 125 yang hanya 1 rocker arm per klepnya, ditambah adanya noken as yang panjang + memiliki 4 lobe. Adanya lebih banyak part yang begerak maka akan menurunkan efisiensi mekanik pada mesin tersebut.
2 rocker arm per klep
3. Bobot mesin yang berat
Memilikin sudut klep yang tidak wajar ditambah 2 karburator dan 2 knalpot ini memiliki kosekuensi bobot motor yang berat, dengan bobot yang berat membuat power to weight ratio menurun berimbas pada akeselerasi yang menurun juga.
Mesin RFVC XR400R
So gimana? tertarik dengan mesin ini? mau menerapkan di mesin konvensional kalian? wkwk
BTW ini ada versi DOHC nya loh
Oiyaa siapa tau mau mampir ke channel ane: Zanis Jarvis
Okee sekian dulu yak terimakasih udah membaca hehe byee
Komentar
Posting Komentar